aku selalu merasa aku mampu melakukan segalanya.
aku merasa aku bisa tanpa seorang pengingat.
aku mampu tanpa ada yang mengganggu.
sampai akhirnya aku tertampar, aku masih wanita.
aku masih lemah dan butuh seseorang.
bukannya aku tidak mampu tapi aku butuh tempat bersandar.
aku butuh tempat sampah yang siap ku celotehi.
aku butuh sosok yang dapat memelukku dalam dingin dan sedih.
aku mulai menata diri dan hati,
sampai suatu ketika aku mengenalmu.
sosok yang mengesalkan tetapi menyenangkan.
aku merasa kembali bersinergi,
aku kembali meluap-luap dan menemukan energi baru.
aku yakin untuk mengatakan iya dan memilihmu.
dan aku paham dengan semua konsekuensi yang ada.
aku dan kamu,
bagaikan sebuah dawai yang akhirnya menemukan siapa tuannya.
(Rahajeng Miranti)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar